Aku adalah anak pegunungan, aku lahir di tempat yang jauh
dari listrik, jaringan telepon, dan air bersih seperti anak" lain rasakan.
Tapi, aku bangga karena kekurangan kampung halaman aku di tutupi oleh kelebihan
alam nya luar biasa indah bagaikan surga yang tersembunyi, sehingga tak
mematahkan semangat ku untuk terus menantikan kedatangan Tuhanku, Allahku yaitu
Yesus Kristus karena itulah tujuan dan visi dari hidupku. Aku dibesarkan dengan
kasih sayang dan perhatian yang tak pernah aku bisa gantikan dari orang tua ku
dan aku sangat bangga dan bersyukur akan dengan selalu menaikan doa tanda
ucapan syukurku kepada Tuhan.
Namun, ada hal yang selalu mengganggu hatiku disetiap langkah dalam menjalani hari - hari hidupku di bumi ini. Itu karena tersimpan kesedihan yang sangat dalam dari lubuk hati ku tentang tanah ku. Aku melihat banyak hal" yang membuat hati ini terasa seperti ada luka yang tak bisa di di sembuhkan hanya dengan perkataan yang berhikmat dan perbuatan yang bijaksana.
Setiap kali
kulihat ada orang yang di siksa hanya demi segenggam keadilan, anak yang
menangis karena membutuhkan seuntai kasih sayang dari orang tua, dan alam yang
membutuhkan setitik harapan menghirup kebebasan. Dimana - mana terdengar
tangisan dan teriakan dari bawah kepada Tuhan yang maha kuasa, "adakah
generasi yang dapat memberikan suatu perubahan yang dapat dirasakan oleh setiap
masyarakat yang tinggal di tanah ini, atau dapatkah tanah ini terbebas dari
lingkaran setan yang mengikat, membelenggu, dan memperbudak tanah ini. Apakah
aku harus berbicar kepada batu yang hanya menatap ku curiga seolah menyalahkan
semuanya kepadaku atau kepada rumput di padang dan pohon" yang hanya
bergoyang kekiri dan kekanan seolah tidak terjadi apa", mengapa tanahku
terus menerus bersedih dan mengucurkan air mata.
Apakah yang dapat aku perbuat kepadamu untuk
menghilangkan air mata yang tak dapat berbicara dan dan yang tak dapat dilihat
oleh hati yang terikat dengan ketamakan, kemunafikan, dan keegoisan yang besar
seperti jamur yang tumbuh dengan bebas. Inilah harapan ku yang kutaruh dan
kepercayaan ku yang ku berikan padamu tanahku Papua bahwa suatu saat kan muncul
suatu generasi yang dapat menggenapi firman yang di ucapkan oleh Samuel Isaac Kijne bahwa "barang siap yang
bekerja dengan jujur akan melihat tanda heran yang satu ke tanda heran yang
lain", memulihkan dan mengangkat engkau ke tempat yang layak dan
yang seharusnya kau peroleh, dan menggembalikan air mata yang tak bersuara dan
menggantikannya dengan senyuman besar yang tak tergantikan dan yang tak pernah
terhapuskan lagi.
Inilah suara dari balik gunung
- gunung dari lembah - lembah dan dari hati yang bisu dan sakit akan keadaan
tanahku, PAPUA ......
Oh, Tuhan Yesus dengarlah seruan tanah ini yang tak dapat di dengar oleh matahari, bulan maupun bintang dan patahkanlah rantai serta belenggu yang mengikat leher alam cendrawasih mu ini dan memperbudak kebebasan dan kemerdekaan tanah ini, tanah yang diberkati, tanah emas dan permata, dan tanah surga yang tersembunyi yang di bumi paling timur, Amin
Oh, Tuhan Yesus dengarlah seruan tanah ini yang tak dapat di dengar oleh matahari, bulan maupun bintang dan patahkanlah rantai serta belenggu yang mengikat leher alam cendrawasih mu ini dan memperbudak kebebasan dan kemerdekaan tanah ini, tanah yang diberkati, tanah emas dan permata, dan tanah surga yang tersembunyi yang di bumi paling timur, Amin
# curahan
hati serta se percik harapan dari hati yang terluka dan yang tak dapat
berbicara.
To be Continued ....