Wednesday, 22 June 2016


INTERVIEW

I interviewed Redha, we talked a lot about his activities, his life and so forth we shared information about our hometown and here are the questions :
  
Q : What’s one of your happiest memories ?        
       A : When he graduated from high school, when he got  high marks and also when he did his activities such as playing football. 

        
Q : What is your greatest fear ?                    
       A : When he got his lowest scores at school or university and  when he went to the dark places by himself.

                
Q : How do you relax ?                                    
       A : He likes going to garden or quiet places.  it helps him to relieve stressed.     


Q : What makes you unhappy ?  
       A : When he is hungry and also when he is alone for a long time when he lived  far away from his family.


Q : What is your favourite smell ?
      A : Jasmine Flowers are something which he likes, because the fragrance of Jasmine is not strong and it makes him relax.


Q : Which words or phrases do you overuse ?
A : He overuses “Thank You”.


It was a good interview and I hope you enjoy it also.




Thursday, 18 February 2016

Daging Merah Segar

Daging merah segar adalah kata yang sering terngiang di telingaku, kata ini yang selalu menggambarkan ketamakan, hidup berfoya - foya, dan kemalasan. Kata ini yang selalu menutup telinga dan mata hati para pejabat yang ada di tanah Papua. Hal ini yang memperbudak para penguasa yang ada di tanah Papua sampai mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan tanah kelahiran mereka, sikap acuh tak acuh mereka membuat masyarakat di tanah Papua hidup dalam bayang - bayang ketidaksejahteraan. Hal ini kian bertumbuh dan berkembang bagaikan jamur ataupun ilalang yang menghimpit seluruh tubuh mereka.

Setiap kulihat di pinggiran jalan, hal ini bagaikan madu yang bertebaran menunggu lebah - lebah bodoh yang hinggap untuk datang mendekat dan membunuh lebah - lebah itu. Daya tarik mereka yang membuat para penguasa di tanahku berbondong - bondong datang dari tanah cendrawasih mengantri hanya untuk merasakan, mencicipi kenikmatan sementara madu yang berbau busuk sampai menutupi hati nurani mereka dan membutakan jiwa mereka bagi rakyat tanah Papua. Bagaimanapun, hal ini telah mendarah daging di tanahku dan tumbuh menjadi sesuatu tak dapat di cabut oleh pemimpin - pemimpinku.

Pemimpin - pemimpin tanahku seolah dibuat tak berkutik olehnya, bahkan hal itu menjadi sarapan 4 sehat 5 sempurnanya mereka. Aku sampai heran dengan tingkah laku penguasa di tanahku yang setiap saat meninggalkan tanahku hanya untuk mencari "sampah", bagi mereka perjalanan dinas adalah jembatan mereka untuk mencicipi madu busuk itu. Tak hanya itu saja mereka bahkan bisa mengocek saku hingga ratusan juta hanya untuk menikmati kenikmatan sesaat itu. Kenikmatan yang menjadi tali yang mengekang hati nurani meraka dan menutup mata batin mereka terhadap masyarakat di bumi cenderawasih. Penyakit yang selalu berkembang subur di kalangan wakil - wakil pembangunan yang ada di Papua, tak heran jika "dagin merah segar menjadi " jajanan yang wajib sembari melakukan pekerjaan di luar kota.

Wahai, penguasa bumi cendrawasih ..... !!!!! 

Dengarlah, suara angin dari bawah kolong meja kalian ....  

Suara yang telah menjadi nyanyian nyamuk yang tak terdengar begitu jelas dalam jiwamu .....

Biarlah seruan ini mengetuk pintu hati mu yang telah tertutup dengan Prostitusi atau lazimnya disebut daging merah segar .......

"Janganlah wabah ini merambah subur dan membuat gua - gua yang dapat menutup telinga mu, membutakan mata mu, dan melemahkan indera - indera mu, sehingga membuat cenderawasih menjerit kesakitan dan melarat didepan mu  .....!!!!!!!".

BANGUNLAH DAN NAPAKKAN TILAS IMAN MU DI DEPAN SANG MENTARI YANG SELALU MENYAPA DI UFUK TIMUR  ...............

Biarkanlah cenderawasih terbang bebas dan melentangkan sayapnya yang luar biasa nan indah itu ....... 









"Suara dari jantung cenderawasih

*To Be Continued*

Thursday, 21 May 2015

PENDIDIKAN


Namaku adalah Pendidikan, aku adalah salah satu anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada semua mahluk hidup di bumi, aku tidak dapat dilihat dengan mata jasmani dan tidak dapat di sentuh dengan tangan. Namun aku dapat dilihat dengan mata hati dan di rasakan dengan jiwa, aku adalah jembatan yang menghubungkan antara dunia dan manusia begitupun sebaliknya. Aku tidak dapat di beli dengan emas dan permata, aku hanya bisa dibeli dengan rasa kasih sayang dan keingin tahuan. Aku dapat menjadi senjata yang berguna bagi manusia tapi aku juga bisa menjadi senjata yang mematikan bagi mereka.

Namun, manusia yang kenyang akan madu dan puas akan emas selalu menyepelehkan aku dan sering menganggap aku sebagai sesuatu yang tidak apa - apanya. Tapi aku bangga karena aku sangat dibutuhkan dan dicari oleh mereka yang haus akan hikmat dan orang yang selalu merasakan asam serta pahitnya dunia ini.

Burung di udara tidak dapat terbang tanpa aku, singa tidak akan menjadi raja rimba kalau aku tidak membantunya, dan ikan dilaut tidak akan mengelilingi luasnya samudra jika tidak ada aku. Aku bisa ditemukan di pinggir jalan, di hutan, maupun di samudra. Walaupun begitu, Apakah yang dilakukan manusia terhadap aku, mereka selalu meludahi aku dan menginjak - injak aku seolah - olah aku hanyalah debu yang berterbangan kian kemari, tidak ada manusia yang menjaring aku. Tapi aku selalu menanti mereka, mereka hanya butuh waktu untuk memahami aku dan bersahabat dengan aku.

Ada suatu tempat bernama Papua, negeri yang permai, negeri yang penuh dengan keajaiban dan misteri yang masih tersimpan jauh di dalam waktu. Aku, pendidikan adalah alat yang dapat mencungkil serta membuka misteri yang di kekang oleh waktu dan keajaiban yang terselubungi oleh mata jasmani orang Papua.

Tapi, apakah mereka mau menerima aku dan bersahabat dengan aku ?. Setiap kali aku mengulurkan tangan ku dan mengemis mereka kelihatan acuh tak acuh dengan diriku, dan mereka selalu memandang aku hanya sebagai patung yang tak bergerak dan lukisan yang tak bisa bersuara.

Apakah yang dapat aku lakukan supaya kalian bisa menyambut aku, tidak tahukah bahwa aku ini sama pentingnya dengan pakaian yang menghangatkan tubuh kalian dan makanan yang selalu memberikan kamu kekuatan untuk berjalan melewati waktu. Mengapa kalian tidak bisa menjaring aku dengan jaring yang disebut DOA dan menyambut aku dengan rasa ucapan syukur kepada TUHAN yang maha kuasa, apabila kalian memanggil aku dengan sukacita aku akan datang kepada kamu.

Hanya orang yang sungguh - sungguh mencari aku yang dapat melihat dan mencicipi manisnya hikmat dan sejuknya bijaksana yang diberikan oleh TUHAN. Seorang yang mempunyai hati yang bijak dan pikiran yang terbentang luas yang menjadi teman terbaik yang pernah aku dapatkan. Aku, pendidikan sangat sedih melihat orang - orang Papua tidak sadar dan tidak merasakan aku. Padahal aku selalu berteriak dan selalu berseru tiap waktu, namun mengapa tidak seorangpun yang memendengarkannya.

Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar mata hati kalian bisa terbuka dan melihat dan memanggil aku tinggal dan hidup bersama - sama dengan kalian.

Friday, 15 May 2015

Anak - Anak Cenderawasih

               Aku adalah anak pegunungan, aku lahir di tempat yang jauh dari listrik, jaringan telepon, dan air bersih seperti anak" lain rasakan. Tapi, aku bangga karena kekurangan kampung halaman aku di tutupi oleh kelebihan alam nya luar biasa indah bagaikan surga yang tersembunyi, sehingga tak mematahkan semangat ku untuk terus menantikan kedatangan Tuhanku, Allahku yaitu Yesus Kristus karena itulah tujuan dan visi dari hidupku. Aku dibesarkan dengan kasih sayang dan perhatian yang tak pernah aku bisa gantikan dari orang tua ku dan aku sangat bangga dan bersyukur akan dengan selalu menaikan doa tanda ucapan syukurku kepada Tuhan.

            Namun, ada hal yang selalu mengganggu hatiku disetiap langkah dalam menjalani hari - hari hidupku di bumi ini. Itu karena tersimpan kesedihan yang sangat dalam dari lubuk hati ku tentang tanah ku. Aku melihat banyak hal" yang membuat hati ini terasa seperti ada luka yang tak bisa di di sembuhkan hanya dengan perkataan yang berhikmat dan perbuatan yang bijaksana.
          Setiap kali kulihat ada orang yang di siksa hanya demi segenggam keadilan, anak yang menangis karena membutuhkan seuntai kasih sayang dari orang tua, dan alam yang membutuhkan setitik harapan menghirup kebebasan. Dimana - mana terdengar tangisan dan teriakan dari bawah kepada Tuhan yang maha kuasa, "adakah generasi yang dapat memberikan suatu perubahan yang dapat dirasakan oleh setiap masyarakat yang tinggal di tanah ini, atau dapatkah tanah ini terbebas dari lingkaran setan yang mengikat, membelenggu, dan memperbudak tanah ini. Apakah aku harus berbicar kepada batu yang hanya menatap ku curiga seolah menyalahkan semuanya kepadaku atau kepada rumput di padang dan pohon" yang hanya bergoyang kekiri dan kekanan seolah tidak terjadi apa", mengapa tanahku terus menerus bersedih dan mengucurkan air mata. 
           
           Apakah yang dapat aku perbuat kepadamu untuk menghilangkan air mata yang tak dapat berbicara dan dan yang tak dapat dilihat oleh hati yang terikat dengan ketamakan, kemunafikan, dan keegoisan yang besar seperti jamur yang tumbuh dengan bebas. Inilah harapan ku yang kutaruh dan kepercayaan ku yang ku berikan padamu tanahku Papua bahwa suatu saat kan muncul suatu generasi yang dapat menggenapi firman yang di ucapkan oleh Samuel Isaac Kijne bahwa "barang siap yang bekerja dengan jujur akan melihat tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain", memulihkan dan mengangkat engkau ke tempat yang layak dan yang seharusnya kau peroleh, dan menggembalikan air mata yang tak bersuara dan menggantikannya dengan senyuman besar yang tak tergantikan dan yang tak pernah terhapuskan lagi.
                Inilah suara dari balik gunung - gunung dari lembah - lembah dan dari hati yang bisu dan sakit akan keadaan tanahku, PAPUA ......
Oh, Tuhan Yesus dengarlah seruan tanah ini yang tak dapat di dengar oleh matahari, bulan maupun bintang dan patahkanlah rantai serta belenggu yang mengikat leher alam cendrawasih mu ini dan memperbudak kebebasan dan kemerdekaan tanah ini, tanah yang diberkati, tanah emas dan permata, dan tanah surga yang tersembunyi yang di bumi paling timur, Amin

# curahan hati serta se percik harapan dari hati yang terluka dan yang tak dapat berbicara.

To be Continued ....