Daging merah segar adalah kata yang sering terngiang di telingaku, kata ini yang selalu menggambarkan ketamakan, hidup berfoya - foya, dan kemalasan. Kata ini yang selalu menutup telinga dan mata hati para pejabat yang ada di tanah Papua. Hal ini yang memperbudak para penguasa yang ada di tanah Papua sampai mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan tanah kelahiran mereka, sikap acuh tak acuh mereka membuat masyarakat di tanah Papua hidup dalam bayang - bayang ketidaksejahteraan. Hal ini kian bertumbuh dan berkembang bagaikan jamur ataupun ilalang yang menghimpit seluruh tubuh mereka.
Setiap kulihat di pinggiran jalan, hal ini bagaikan madu yang bertebaran menunggu lebah - lebah bodoh yang hinggap untuk datang mendekat dan membunuh lebah - lebah itu. Daya tarik mereka yang membuat para penguasa di tanahku berbondong - bondong datang dari tanah cendrawasih mengantri hanya untuk merasakan, mencicipi kenikmatan sementara madu yang berbau busuk sampai menutupi hati nurani mereka dan membutakan jiwa mereka bagi rakyat tanah Papua. Bagaimanapun, hal ini telah mendarah daging di tanahku dan tumbuh menjadi sesuatu tak dapat di cabut oleh pemimpin - pemimpinku.
Pemimpin - pemimpin tanahku seolah dibuat tak berkutik olehnya, bahkan hal itu menjadi sarapan 4 sehat 5 sempurnanya mereka. Aku sampai heran dengan tingkah laku penguasa di tanahku yang setiap saat meninggalkan tanahku hanya untuk mencari "sampah", bagi mereka perjalanan dinas adalah jembatan mereka untuk mencicipi madu busuk itu. Tak hanya itu saja mereka bahkan bisa mengocek saku hingga ratusan juta hanya untuk menikmati kenikmatan sesaat itu. Kenikmatan yang menjadi tali yang mengekang hati nurani meraka dan menutup mata batin mereka terhadap masyarakat di bumi cenderawasih. Penyakit yang selalu berkembang subur di kalangan wakil - wakil pembangunan yang ada di Papua, tak heran jika "dagin merah segar menjadi " jajanan yang wajib sembari melakukan pekerjaan di luar kota.
Wahai, penguasa bumi cendrawasih ..... !!!!!
Dengarlah, suara angin dari bawah kolong meja kalian ....
Suara yang telah menjadi nyanyian nyamuk yang tak terdengar begitu jelas dalam jiwamu .....
Biarlah seruan ini mengetuk pintu hati mu yang telah tertutup dengan Prostitusi atau lazimnya disebut daging merah segar .......
"Janganlah wabah ini merambah subur dan membuat gua - gua yang dapat menutup telinga mu, membutakan mata mu, dan melemahkan indera - indera mu, sehingga membuat cenderawasih menjerit kesakitan dan melarat didepan mu .....!!!!!!!".
BANGUNLAH DAN NAPAKKAN TILAS IMAN MU DI DEPAN SANG MENTARI YANG SELALU MENYAPA DI UFUK TIMUR ...............
Biarkanlah cenderawasih terbang bebas dan melentangkan sayapnya yang luar biasa nan indah itu .......
"Suara dari jantung cenderawasih"
*To Be Continued*
Wahai, penguasa bumi cendrawasih ..... !!!!!
Dengarlah, suara angin dari bawah kolong meja kalian ....
Suara yang telah menjadi nyanyian nyamuk yang tak terdengar begitu jelas dalam jiwamu .....
Biarlah seruan ini mengetuk pintu hati mu yang telah tertutup dengan Prostitusi atau lazimnya disebut daging merah segar .......
"Janganlah wabah ini merambah subur dan membuat gua - gua yang dapat menutup telinga mu, membutakan mata mu, dan melemahkan indera - indera mu, sehingga membuat cenderawasih menjerit kesakitan dan melarat didepan mu .....!!!!!!!".
BANGUNLAH DAN NAPAKKAN TILAS IMAN MU DI DEPAN SANG MENTARI YANG SELALU MENYAPA DI UFUK TIMUR ...............
Biarkanlah cenderawasih terbang bebas dan melentangkan sayapnya yang luar biasa nan indah itu .......
"Suara dari jantung cenderawasih"
*To Be Continued*
No comments:
Post a Comment