Thursday, 21 May 2015

PENDIDIKAN


Namaku adalah Pendidikan, aku adalah salah satu anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada semua mahluk hidup di bumi, aku tidak dapat dilihat dengan mata jasmani dan tidak dapat di sentuh dengan tangan. Namun aku dapat dilihat dengan mata hati dan di rasakan dengan jiwa, aku adalah jembatan yang menghubungkan antara dunia dan manusia begitupun sebaliknya. Aku tidak dapat di beli dengan emas dan permata, aku hanya bisa dibeli dengan rasa kasih sayang dan keingin tahuan. Aku dapat menjadi senjata yang berguna bagi manusia tapi aku juga bisa menjadi senjata yang mematikan bagi mereka.

Namun, manusia yang kenyang akan madu dan puas akan emas selalu menyepelehkan aku dan sering menganggap aku sebagai sesuatu yang tidak apa - apanya. Tapi aku bangga karena aku sangat dibutuhkan dan dicari oleh mereka yang haus akan hikmat dan orang yang selalu merasakan asam serta pahitnya dunia ini.

Burung di udara tidak dapat terbang tanpa aku, singa tidak akan menjadi raja rimba kalau aku tidak membantunya, dan ikan dilaut tidak akan mengelilingi luasnya samudra jika tidak ada aku. Aku bisa ditemukan di pinggir jalan, di hutan, maupun di samudra. Walaupun begitu, Apakah yang dilakukan manusia terhadap aku, mereka selalu meludahi aku dan menginjak - injak aku seolah - olah aku hanyalah debu yang berterbangan kian kemari, tidak ada manusia yang menjaring aku. Tapi aku selalu menanti mereka, mereka hanya butuh waktu untuk memahami aku dan bersahabat dengan aku.

Ada suatu tempat bernama Papua, negeri yang permai, negeri yang penuh dengan keajaiban dan misteri yang masih tersimpan jauh di dalam waktu. Aku, pendidikan adalah alat yang dapat mencungkil serta membuka misteri yang di kekang oleh waktu dan keajaiban yang terselubungi oleh mata jasmani orang Papua.

Tapi, apakah mereka mau menerima aku dan bersahabat dengan aku ?. Setiap kali aku mengulurkan tangan ku dan mengemis mereka kelihatan acuh tak acuh dengan diriku, dan mereka selalu memandang aku hanya sebagai patung yang tak bergerak dan lukisan yang tak bisa bersuara.

Apakah yang dapat aku lakukan supaya kalian bisa menyambut aku, tidak tahukah bahwa aku ini sama pentingnya dengan pakaian yang menghangatkan tubuh kalian dan makanan yang selalu memberikan kamu kekuatan untuk berjalan melewati waktu. Mengapa kalian tidak bisa menjaring aku dengan jaring yang disebut DOA dan menyambut aku dengan rasa ucapan syukur kepada TUHAN yang maha kuasa, apabila kalian memanggil aku dengan sukacita aku akan datang kepada kamu.

Hanya orang yang sungguh - sungguh mencari aku yang dapat melihat dan mencicipi manisnya hikmat dan sejuknya bijaksana yang diberikan oleh TUHAN. Seorang yang mempunyai hati yang bijak dan pikiran yang terbentang luas yang menjadi teman terbaik yang pernah aku dapatkan. Aku, pendidikan sangat sedih melihat orang - orang Papua tidak sadar dan tidak merasakan aku. Padahal aku selalu berteriak dan selalu berseru tiap waktu, namun mengapa tidak seorangpun yang memendengarkannya.

Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar mata hati kalian bisa terbuka dan melihat dan memanggil aku tinggal dan hidup bersama - sama dengan kalian.

No comments:

Post a Comment